Pages

Selasa, 13 November 2012

NASA tengah Siapkan Satelit Luar Angkasa Berukuran Mini dengan Sistem Operasi Android


Sistem operasi Android nampaknya memang kini tidak hanya terbatas pada penggunaan handphone atau tablet. Berbagai perangkat elektronik lain pun bisa menggunakan OS tersebut, sebagai contoh adalah kamera terbaru dari Nikon.

Kini, Nasa tengah menyiapkan sebuah satelit berbasis OS Android yang bakal mereka siapkan untuk

RoMos, Sistem Operasi Terbaru Bikinan Rusia Siap Saingi OS Android Google


Para peneliti dari Rusia kini tengah menyiapkan sebuah tablet dengan sistem operasi terbaru. Merekapun menyebut OS tersebut sebagai Russian Mobile Operating System (RoMos). Sistem operasi ini mengedepankan keamanan sebagai fitur utamanya dan didesain untuk kepentingan militer. Dan yang paling penting, OS ini tidak men-share data apapun dengan Google.

Tablet dengan OS RoMos inipun tengah mereka siapkan. Seperti tablet khusus militer lain, tablet ini didesain tahan banting serta tahan air. Tak menutup kemungkinan, para peneliti Rusia tersebut juga menawarkan tablet ini untuk kepentingan publik. Menurut rencana, tablet ini akan diluncurkan pada akhir 2012 dan yang menjadi konsumen pertamanya adalah Departemen Pertahanan Rusia.
Dan, tablet RoMos tersebut pun tidak akan dilengkapi dengan fitur GPS. Alih-alih tablet ini akan memakai Glonass yang merupakan sistem navigasi satelit milik Rusia. Mengenai harga, kemungkinan tablet entry level RoMos kemungkinan akan dijual seharga $460 USD.

Developer iOS dan Mac: OS Android Didesain untuk Pembajakan


Sistem operasi dianggap sebagai OS yang memang didesain untuk aksi pembajakan. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Developer aplikasi iOS dan Mac Matt Gemmell.

Gemmel mengungkapkan hal tersebut menanggapi sikap Madfinger Games terkait peluncuran game Dead Trigger. Madfinger sebelumnya dilaporkan telah merilis ulang game Dead Trigger untuk Android tersebut sebagai game gratis.
Langkah yang dilakukan oleh Madfinger tersebut karena tingginya aktivitas pembajakan. Bahkan mereka mengatakan bahwa fenomena pembajakan di OS tersebut sudah tidak bisa dikontrol. Padahal sebelumnya, game tersebut dijual seharga $0.99 USD.
“Sistem tersebut didesain agar pembajakan semakin meningkat. Keberadaan pembajakan sendiri bukanlah sebuah kejutan, namun sebuah hal yang tak terhindarkan,” ujar Gemmel seperti dikutip dari Zdnet. Selanjutnya, dia pun menyebut pembajakan bukanlah penyakit sosial. Dia lebih setuju menunjuk aksi pembajakan sebagai kegagalan dalam menemukan sebuah model bisnis.
Selanjutnya, dia mengatakan sebuah sistem operasi yang terbuka kurang bagus untuk bisnis. Hal tersebut pun memang terbukti, di mana Apple App Store lebih banyak menghasilkan uang bagi Apple dibandingkan keuntungan yang dimiliki Google dari Google Play Store.

CD Bajakan Call of Duty: Black Ops II Sudah Beredar Seminggu Sebelum Peluncuran Resmi


Tingkat pembajakan software dan game yang tinggi kian merugikan para developer. Yang terbaru adalah pembajakan terhadap game terbaru, yakni Call of Duty: Black Ops II yang menurut rencana akan diluncurkan pada 13 November 2012.
Menurut Geek, game yang menurut rencana akan dimainkan untuk platform Xbox 360 tersebut kini sudah bisa diperoleh di Slovakia. Tentu saja game yang beredar tersebut adalah game bajakan. Namun, sumber dari pembajakan tersebut bukanlah orang yang berasal dari Slovakia atau belahan Eropa lainnya.
Copy dari game tersebut berasal dan diupload oleh seseorang yang berlokasi di Amerika Serikat. Banyak pihak yang menduga bahwa orang yang mengupload game bajakan tersebut berhubungan langsung dengan pihak developer game.
Aksi pembajakan memang menjadi permasalahan yang serius bagi developer game. Korban terdahulu adalah game Halo 4 yang keluar satu bulan sebelum peluncuran resmi. Saat itu, Microsoft pun memberlakukan kebijakan pemblokiran permanen bagi siapapun yang mencoba untuk mengakses game online memakai software bajakan.

Microsoft Mengungkap Indonesia adalah Negara Dimana 86% Windows Versi Bajakan


Sedih, begitulah kiranya mendapati fakta ini, tapi memang begitulah kenyataan yang terjadi, yaitu pembajakan software alias perangkat lunak di Indonesia memang terhitung parah. Di mana hampir semua pengguna Windows di Indonesia yang merupakan sistem operasi karya Microsoft di Indonesia adalah, maaf adalah para “pembajak”. Menyadari budaya pembajakan di Indonesia yang begitu luar biasa persentasenya, Microsoft masih terus berusaha untuk meyakinkan dan menggunakan berbagai upaya bahkan ada yang melalui ranah hukum bagi para pengguna Windows untuk membayar lisensi.
Memang Indonesia tergolong negara yang “mengganggu” Microsoft karena persentase pembajakan melampaui persentase yang tidak terbayangkan.  Andreas Diantoro, CEO Microsoft Indonesia berkata dalam suatu pernyataan bahwa 97% pengguna komputer lokal menjalankan OS Windows, tapi sayangnya 86% persent di antaranya adalah versi bajakan.  Jadi dari 5 juta komputer yang terjual di Indonesia pada tahun 2012, hanya 550,000 di antaranya menggunakan lisensi berbayar, sisanya 4.3 juta menggunakan versi bajakan.
“Hanya 11 persen di antaranya pengguna produk orisinal,” begitulah kata Andreas seusai acara seminar ”Hak Kekayaan Intelektual untuk Indonesia yang Lebih Baik” dan beliau juga mengatakan bahwa perusahaannya tidak bisa berbuat banyak terhadap hal ini.
Menanggapi fakta menyedihkan ini, memang kita sebagai pengguna dari Indonesia yang telah menikmati berbagai kelebihan dan kemudahan sistem operasi Windows dari Microsoft sebaiknya kita berusaha menghargai karya intelektual Microsoft ini dengan membayar lisensi resmi. Mungkin bagi sebagian pengguna personal yang mengatakan “mahal” masih bisa “dimengerti” tapi kami kira paling tidak perusahaan-perusahaan komersial dan bisnis tentu sebenarnya “sanggup” membayar lisensi tersebut, hanya akan terasa sangat berat di awalnya karena hal ini melawan budaya umum yang sudah berakar dan berlangsung lama 

Sandisk Cruzer Pop, Sandisk Cruzer Glide & Sandisk Extreme, Flash Disk Tertipis, Kapasitas Terbesar & Transfer Data Tercepat


Yang menjadi pertimbangan seseorang saat membeli sebuah flashdisk tentu saja bukan karena bentuk, ukuran atau kapasitas saja, tetapi juga masalah kecepatan transfer data. Untuk itulah Sandisk telah meluncurkan tiga buah flash disk beberapa waktu lalu yang diklaim sebagai flash disk dengan kapasitas terbesar, ukuran paling tipis dan kecepatan transfer data yang luar biasa.
Yang pertama adalah Sandisk Cruzer Pop USB Flash Drive yang diklaim sebagai flash disk paling tipis yang dimiliki oleh Sandisk. Desain Sandisk Cruzer Pop bisa dibilang lebih modern. Flash disk ini tersedia dalam ukuran kapasitas 4GB sampai 32GB, dengan harga bervariasi,  mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 275.000.
Sandisk Cruzer Pop
Sandisk Cruzer Pop

Yang kedua adalah Sandisk Cruzer Glide yang merupakan flash disk dengan kapasitas terbesar yang dimiliki oleh SanDisk. Flash disk ini tersedia dalam kapasitas 128 Gigabyte dengan harga Rp 960.000. Anda akan memperoleh garansi selama 5 tahun dengan membeli flash disk ini.
sandisk cruzer glide
sandisk cruzer glide
Yang terakhir adalah SanDisk Extreme USB Flash Drive yang diklaim sebagai flash disk tercepat yang dimiliki oleh Sandisk. Flash disk ini menggunakan koneksi USB 3.0. flash disk ini diklaim bisa memindahkan data 10x lebih cepat dibandingkan dengan flash disk lainnya.
SanDisk Extreme USB Flash Drive bisa memindahkan file atau data maksimum 190MB per detik. Jadi, flash disk ini hanya membutuhkan waktu 20 detik untuk mentransfer file berukuran 3GB atau empat menit untuk file berukuran total 40GB.
Sandisk Extreme
Sandisk Extreme
SanDisk Extreme USB flash drive didukung garansi seumur hidup dan akan dijual mulai dari Rp 299.000 (16GB) sampai Rp 950.000 (64GB).

ZTE Grand Era U985, Handphone Android Quad Core Nvidia Tegra 3 dengan Layar 4.5 Inci Resmi Meluncur ke Pasaran Cina


ZTE Grand Era U985, Handphone Android Quad Core Nvidia Tegra 3 dengan Layar 4.5 Inci Resmi Meluncur ke Pasaran Cina

Satu lagi handphone Android quad core yang dijual ke pasaran. Kali ini adalah handphone dari ZTE, yakni Grand Era U985. Handphone tersebut pun sudah secara resmi diperkenalkan oleh ZTE di pasaran Cina.
Handphone ini datang dengan prosesor Nvidia Tegra 3 quad core. Pada bagian layar, handphone yang

HTC tak Sediakan Update Android Jelly Bean untuk One V dan Desire c


Bagi pemilik handphone Android midend dari HTC, nampaknya jangan berharap untuk memperoleh update Android Jelly Bean 4.1. Pihak HTC mengungkapkan bahwa mereka tak akan menyediakan update untuk handphone-handphone tersebut, sebagai contoh adalah HTC One V dan HTC Desire 

Secara umum, HTC mengungkapkan bahwa handphone yang memiliki RAM 512MB atau di bawahnya tidak akan memperoleh update Jelly Bean. “Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap produk memberikan pengalaman optimal dan oleh karena itu beberapa produk akan tetap dalam versi Android yang ada,” ujar HTC dalam situs resminya.
Selanjutnya, mereka pun menjelaskan bahwa handphone dengan RAM kurang dari atau sama dengan 512MB tak akan memperoleh update Jelly Bean. Dan, saat ini handphone yang memenuhi kriteria tersebut sebagai contoh adalah HTC One V dan HTC Desicre C. Berikutnya, mereka pun akan memberikan informasi terbaru.
Meskipun tak memperoleh update Jelly Bean, HTC mengungkapkan bahwa mereka masih akan memberikan update software untuk kedua handphone itu. Update tersebut akan memberikan peningkatan keamanan, dukungan teknis dan beberapa fitur lainnya.
 

Blogger news

profile icons
Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/06/cara-memberi-burung-twitter-terbang-di.html#ixzz26zz8KBmT

Blogroll

div style="position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:130px;height:160px;">animasi  bergerak gif
My Widget

About